Pengrajin
Tangan-tangan yang menjaga keterampilan emping dan opak dari generasi ke generasi.

Di sinilah jantung CARITA TEMBONG. Cerita tentang manusia, tradisi, dan kebersamaan yang membuat desa ini terasa hidup.
Di Tembong, budaya hadir dalam keseharian: dari masjid ke masjid pada hari Jumat, dari gotong royong di jalan kampung, hingga gerak pencak silat di halaman rumah.

Nama Tembong dipercaya lahir dari peristiwa letusan Gunung Krakatau, dan desanya resmi berdiri lewat pemekaran pada tahun 1983.

Setiap Jumat, pengajian di Tembong berpindah dari kampung ke kampung, merawat silaturahmi antar warga empat kampung.

Dari inisiatif warga sendiri, Jumat Bersih menjaga lingkungan kampung sekaligus mempererat gotong royong.

Padepokan Bulakan Cibinong 2 menghidupkan kembali pencak silat aliran Cimande dan debus di Desa Tembong, dari halaman rumah di Kampung Salabarang hingga panggung tingkat kabupaten.
Masjid bukan sekadar tempat shalat. Di sinilah pengajian Jumat berpindah dari satu kampung ke kampung lain, tempat warga bertemu, belajar, dan menjaga kebersamaan.



Beberapa tema lain yang sedang disiapkan menjadi cerita, dengan wawancara dan dokumentasi langsung dari warga.
Tangan-tangan yang menjaga keterampilan emping dan opak dari generasi ke generasi.
Keseharian warga di kebun, sawah, dan rumah yang menjadi denyut desa.
Orang-orang yang, dengan caranya masing-masing, membentuk wajah Tembong.

Setiap kisah di Tembong terhubung dengan alam, produk, dan orang-orang di baliknya.