
Jumat yang Menghubungkan Kampung
Setiap Jumat, pengajian di Tembong berpindah dari kampung ke kampung, merawat silaturahmi antar warga empat kampung.
Setiap Jumat, pengajian di Tembong tidak menetap di satu tempat. Ia berpindah dari kampung ke kampung, dari satu RW ke RW lain, menyinggahi masjid-masjid di empat kampung: Salabarang, Galaya, Kadu Kokosan, dan Tembol.
Di dalamnya, warga membahas fiqih dari kitab-kitab para ulama terdahulu. Jamaahnya datang dari berbagai usia, meski paling banyak adalah para bapak.
Lebih dari sekadar rutinitas, pengajian Jumat menjadi cara warga menjaga silaturahmi antar kampung. Dengan berpindah tempat, warga ikut singgah ke berbagai masjid desa, dan pertemuan itu merawat tali persaudaraan yang menghubungkan seluruh Tembong.



Cerita Lain dari Tembong
Asal Usul Desa Tembong
Nama Tembong dipercaya lahir dari peristiwa letusan Gunung Krakatau, dan desanya resmi berdiri lewat pemekaran pada tahun 1983.
Baca ceritaGotong RoyongMenjaga Desa Lewat Jumat Bersih
Dari inisiatif warga sendiri, Jumat Bersih menjaga lingkungan kampung sekaligus mempererat gotong royong.
Baca ceritaSeni & WarisanGerak yang Menjaga Warisan
Padepokan Bulakan Cibinong 2 menghidupkan kembali pencak silat aliran Cimande dan debus di Desa Tembong, dari halaman rumah di Kampung Salabarang hingga panggung tingkat kabupaten.
Baca cerita
Cerita bertemu tempat dan hasil karya
Setiap kisah di Tembong terhubung dengan alam, produk, dan orang-orang di baliknya.
