
Asal Usul Desa Tembong
Nama Tembong dipercaya lahir dari peristiwa letusan Gunung Krakatau, dan desanya resmi berdiri lewat pemekaran pada tahun 1983.
Nama Desa Tembong menyimpan kisah yang lebih tua dari desanya sendiri. Menurut cerita yang diwariskan warga, nama ini berkaitan dengan letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Dalam bahasa Sunda, tembong berarti terlihat atau tampak, dan konon daratan inilah yang lebih dulu muncul dan terlihat di antara wilayah sekitarnya. Kisah asal nama ini hidup sebagai tradisi lisan, bukan catatan sejarah yang dapat diverifikasi.
Sebagai wilayah pemerintahan, Desa Tembong terbentuk pada tahun 1983 melalui pemekaran, berpisah dari Banjarmasin. Saat itu wilayahnya masih termasuk dalam Kecamatan Labuan.
Perjalanannya berlanjut pada tahun 1995, ketika pemekaran kecamatan menjadikan Tembong bagian dari Kecamatan Carita, sebagaimana dikenal hingga kini.
Jejak sejarah juga tampak pada nama kampungnya. Kampung Kadu Kokosan dahulu dikenal sebagai Galaya Tonggoh atau Galaya Atas, sebelum kemudian berganti nama seperti yang dikenal warga sekarang.
Kehidupan keagamaan dan pendidikan turut membentuk wajah desa. Pendidikan agama sudah lama hadir dalam bentuk sekolah madrasah, sebelum Madrasah Tsanawiyah (MTs) resmi berdiri pada tahun 2008. Di Tembong pula berdiri pesantren yang dirintis oleh K.H. Hasbullah.
Dari nama yang lahir bersama peristiwa besar hingga lembaga yang tumbuh di tengah warga, Desa Tembong terus merawat jejak asal-usulnya sebagai bagian dari identitasnya hari ini.
Sejarah ini dihimpun dari penuturan warga Desa Tembong. Sebagian di antaranya merupakan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun.



Cerita Lain dari Tembong
Jumat yang Menghubungkan Kampung
Setiap Jumat, pengajian di Tembong berpindah dari kampung ke kampung, merawat silaturahmi antar warga empat kampung.
Baca ceritaGotong RoyongMenjaga Desa Lewat Jumat Bersih
Dari inisiatif warga sendiri, Jumat Bersih menjaga lingkungan kampung sekaligus mempererat gotong royong.
Baca ceritaSeni & WarisanGerak yang Menjaga Warisan
Padepokan Bulakan Cibinong 2 menghidupkan kembali pencak silat aliran Cimande dan debus di Desa Tembong, dari halaman rumah di Kampung Salabarang hingga panggung tingkat kabupaten.
Baca cerita
Cerita bertemu tempat dan hasil karya
Setiap kisah di Tembong terhubung dengan alam, produk, dan orang-orang di baliknya.
