Respati
Remaja Sehat Pejuang Tangguh Berinovasi
Melibatkan remaja desa sebagai penggerak pencegahan TBC di lingkungannya.

Lewat RESPATI, KAJEDAK, dan JARING TAS, penanganan TBC di Desa Tembong menjadi gerakan warga. Pendekatan ini kini menjadi inspirasi nasional.
Desa Tembong dikenal sebagai Desa Siaga TB, salah satu desa yang digadang bebas TB di Banten. Statusnya lahir dari tiga program yang saling melengkapi, dijalankan oleh warga sendiri.
Ketiganya, RESPATI, KAJEDAK, dan JARING TAS, membuat penanganan tuberkulosis tidak lagi hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, tetapi menjemput, menyaring, dan mendampingi hingga pengobatannya tuntas.
Pendekatan berbasis warga inilah yang menarik perhatian nasional dan menjadikan Tembong contoh menuju target Zero TBC 2030.
Dari ketiga program, KAJEDAK (Kader Ngajemput Dahak) paling menggambarkan semangat menjemput itu. Alurnya sederhana.
Kader mengenali warga yang perlu diperiksa TBC.
Kader menjemput sampel dahak langsung ke rumah warga.
Sampel dibawa ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa di laboratorium.
Warga yang terdiagnosis didampingi hingga pengobatannya tuntas.

Yang menopang keberhasilannya
Penemuan kasus dibantu Pengawas Menelan Obat (PMO) yang mendampingi pasien selama pengobatan.
Penyuluhan kesehatan terus berjalan lewat kegiatan warga sehari-hari.
Tokoh kampung ikut menggerakkan, termasuk lewat wawar, seruan dari mulut ke mulut.
Bersama-sama, ketiganya membuat penanganan TBC menjadi gerakan warga, bukan sekadar urusan puskesmas: dari pelibatan remaja, penjemputan dahak, hingga pendampingan sampai tuntas.
Remaja Sehat Pejuang Tangguh Berinovasi
Melibatkan remaja desa sebagai penggerak pencegahan TBC di lingkungannya.
Kejar Skrining dan Tangani TB Sampai Tuntas
Mendorong cakupan skrining TBC di desa naik signifikan dan memastikan setiap kasus tertangani hingga tuntas.
Kader Ngajemput Dahak
Kader menjemput sampel dahak langsung dari warga untuk pemeriksaan TBC.
Sejak 2022 hingga 2024, Desa Tembong mencatat pengobatan TBC yang konsisten berhasil, hingga nol kasus pasien yang gagal atau putus berobat.
Keberhasilan ini menarik perhatian nasional. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berkunjung ke Tembong dan menilai pendekatan desa ini layak direplikasi ke desa lain di Indonesia.

“Desa Siaga TB seperti Desa Tembong adalah inspirasi nasional.”
Inovasi seperti KAJEDAK sejalan dengan target Zero TBC 2030, gerakan Banten Eliminasi TBC (GEBET), serta pendekatan TOSS TB (Temukan, Obati, Sampai Sembuh).
Beban TBC masih besar, baik di Banten maupun di Indonesia. Pendekatan warga seperti KAJEDAK adalah cara membumikan target besar menjadi langkah yang bisa dijalankan satu kampung. Angka berikut menggambarkan skala provinsi dan nasional, bukan data khusus Desa Tembong.
Provinsi Banten · 2024
Indonesia · Global TB Report 2024
Kutipan pejabat dikutip dari pemberitaan di atas. Foto pada halaman ini menampilkan kader dan bidan Desa Tembong dalam kegiatan Posyandu; dokumentasi khusus kegiatan KAJEDAK akan menyusul.

KAJEDAK hanyalah satu bagian. Lihat bagaimana Posyandu dan layanan kesehatan lain berjalan di setiap kampung.