Bulakan Ciherang, mata air di Desa Tembong.
Mata Air

Bulakan Ciherang

Air bersih memancar dari sela bebatuan tanpa henti. Bulakan Ciherang adalah salah satu mata air yang menghidupi keseharian warga Tembong, dari dapur hingga sawah.

Potensial Dikembangkan

Tentang Tempat Ini

Air bersih memancar dari sela bebatuan tanpa henti. Bulakan Ciherang adalah salah satu mata air yang menghidupi keseharian warga Tembong, dari dapur hingga sawah.

Bulakan Ciherang sudah lama menjadi sumber air bagi warga Tembong. Mata air ini berdiri di atas tanah wakaf dan dijaga secara turun-temurun oleh keluarga Ketua RW setempat.

Dahulu mata air ini berupa tempat terbuka. Seiring waktu, warga memberi penutup di sekelilingnya agar lebih terjaga, baik kebersihannya maupun kesopanan bagi yang mandi dan mengambil air.

Lokasi ini memiliki potensi wisata, tetapi belum tentu dilengkapi fasilitas atau akses yang siap untuk kunjungan umum. Informasi yang lebih rinci akan ditambahkan setelah diverifikasi bersama warga dan pemerintah desa.

Tradisi Lisan

Karomah yang Dipercaya Warga

Bagi warga Tembong, Bulakan Ciherang bukan sekadar mata air biasa. Menurut kepercayaan yang hidup di masyarakat, mata air ini dianggap sebagai karomah yang berkaitan dengan Syekh Harun, dan sumbernya dipercaya berhubungan hingga ke Gunung Karang.

Warga meyakini keberkahannya hadir bagi mereka yang datang dengan niat baik dan keyakinan kepada Allah. Dahulu ada pula tradisi melemparkan koin ke mata air. Kisah-kisah ini adalah tradisi lisan yang dipelihara masyarakat, bukan keterangan yang dapat diverifikasi secara ilmiah.

Nama Bulakan Ciherang dikenal hingga ke luar desa, sebagian setelah sempat terekspos di media, dan tidak sedikit orang dari luar daerah yang datang berkunjung. Warga menuturkan bahwa mata air ini tetap terjaga sebagai milik bersama, dan menurut cerita mereka, upaya mengambil airnya untuk kepentingan komersial dari luar tidak pernah benar-benar terlaksana.

Adab Berkunjung

  • Jaga kesopanan di sekitar mata air. Warga menganjurkan tetap berpakaian pantas, misalnya mengenakan sarung, dan tidak menghadap langsung ke arah sumber air saat mandi.
  • Datang dengan niat baik dan hormati mata air sebagai tempat yang disucikan warga.
  • Jaga kebersihan, jangan mengotori atau merusak lingkungan di sekitarnya.

Sebelum Berkunjung

  • Sebagian lokasi berada di kawasan alam dan dapat memerlukan perjalanan melalui jalan desa serta jalur berjalan kaki.
  • Kondisi jalur dan cuaca bisa berubah, terutama pada musim hujan. Gunakan alas kaki yang sesuai dan perhatikan keselamatan di sekitar air.

Informasi dihimpun dari penuturan warga dan penjaga mata air Desa Tembong.

Alam Desa Tembong di kawasan Curug Cibanteri.
Terhubung

Setiap tempat punya cerita di baliknya

Temui masyarakat dan tradisi yang menjaga alam serta kehidupan Desa Tembong.